PERPADUAN PARA DESINER INDONESIA YANG MENDUKUNG PENAMPILAN KEZIA WAROUW DI PERGELARAN 65th MISS UNIVERSE
SiberNews - Jakarta, Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, keberangkatan Puteri Indonesia ke ajang Miss Universe akan 'diiringi' oleh sepaket pakaian dan sebuah national costume untuk memastikan perwakilan Indonesia dapat memukau para juri kontes kecantikan dunia itu. Selain persiapan mental dan fisik, Kezia telah dibekali lima gaun, satu gaun pantai, dan sebuah kostum sebagai national costume sebagai syarat bagi semua negara yang ikut di Miss Universe.
Kesan mewah langsung terpancar, ketika Kezia menggunakan gaun rancangan Anaz Khairunnas, Gaunnya bernuansa emas sebagai gambaran kejayaan kerajaan Sriwijaya yang sangat berkuasa kala itu. Kemudian bagian roknya memakai songket Palembang yang tampak mewah. "Ingin membuat songket lebih modern menjadi gaun malam yang berstandard karpet merah," kata Anaz pria kelahiran 14 Januari 1989 ini.
Anaz Khairunnaz juga ikut menambah bekal pakaian Kezia. Anaz membawakan sebuah gaun paduan songket Palembang biru laut dengan detail emas. Anaz ingin Kezia membawa kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang digambarkan melalui detail emas. Meski menggunakan songket, Anaz tak ingin Kezia terlihat terlal tradisional. Sesuai dengan DNA yang Anaz miliki, Kezia tampak modern tanpa melepas keunikan tradisi Indonesia.
Perpaduan antara songket Palembang dan hiasan emas membuat gaun ini sangat mewah (Liputan6.com)
Anne Avantie. ini adalah tahun ke 15 bagi Anne Avantie menemani perjalanan Puteri Indonesia menuju Miss Universe. Kualitas dan keindahan karya desainer kenamaan ini tentunya tidak diragukan lagi akan membawa Kezia menjadi putri sejagad. Dengan gaun kali ini, diharapkan seorang putri terpilih ke jenjang internasional dengan elegan. Kebaya hitam memeluk tubuh ini menjadi salah satu karya Anne Avantie untuk Kezia Warouw. Kebaya dibuat modern dalam warna hitam berhias bordir. Lalu pada bagian roknya dibuat seksi dengan belahan tinggi atau high-slit yang memamerkan kaki jenjang. Anne Avantie berharap para Puteri Indonesia dapat bersuara dengan lantang di dunia tanpa meninggalkan akar budaya Indonesia.
Tak akan lengkap tampilan Puteri Indonesia bila tanpa mengenakan kebaya. Anne Avantie pun memberikan satu koleksinya untuk diboyong Kezia ke Miss Universe. Masih senada dengan koleksi bernuansa Bali pada Jakarta Fashion Week 2017 lalu, Anne memberikan bustie hitam dengan bawahan rok berbahan prada dan belahan hingga paha.
Dynand Fariz seperti yang kita tahu adalah pendiri Jember Fashion Carnaval (JFC), kali ini akan menyuguhkan kostum busana karyanya untuk Kezia Warouw yang merupakan salah satu kontestan dari 85 negara yang mengikuti internasional Miss Universe. Kostum yang dipakai Dynand adalah Garuda dengan tema 'Unity Nation'. Kostum ini adalah bagian dari koleksi yang pernah dia tampilkan di JFC 2016. "Waktu itu, koleksi burung garuda ini berada dalam tema besar Revival." Karya ini akan ditampilkan kembali pada perhelatannya di malam puncak 30 Januari 2017 mendatang.
"Burung garuda menggambarkan keagungan dan kejayaan dengan warna keemasan. Burung garuda juga mewakili kedaulatan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dengan berbagai perbedaan suku, agama, budaya, geografis, golongan dan lainnya," lanjut Dynand Fariz yang pernah mendesain Putri Indonesia 2014.
Kostum burung garuda yang megah ini akan menampilkan sayap besar yang dapat menyala di belakangnya. Bahkan, Kezia juga akan membawa bendera merah putih untuk menyempurnakan penampilannya.
National Costume merupakan salah satu kategori yang sangat diperhatikan oleh para pemirsa Miss Universe di seluruh dunia. Bahkan pada beberapa kompetisi, Indonesia sudah menjadi langganan juara pada kategori National Costume, sehingga perlu inovasi luar biasa untuk mempertahankan prestasi. Untuk itu, Yayasan Puteri Indonesia tidak salah menunjuk Dyand Fariz, pria dibalik kesuksesan Jember Fashion Festival untuk menciptakan kostum nasional yang akan diperagakan di 65th Miss Universe.
“Tema dari baju ini sendiri adalah Unity Nation. Karena Indonesia adalah kepulauan terbesar di dunia dengan keberagaman adat, agama, dan budaya. Sehinga menjadi motivasi bagi Indonesia memberikan kedamaian pada dunia,” ungkap Dyand Fariz, yang pernah menjadi dosen IKIP Surabaya.
Kostum nasional yang diciptakan oleh Dyanf Fariz sendiri menjadikan burung garuda sebagai inspirasinya. Dengan sayap garuda yang lebar dan berwarna emas, Kezia Warouw tampak gagah mengenakan kostum ini. Tak lupa pula headpiece yang digunakan berbentuk kepala garuda yang menatap berani, disertai dengan jambul panjang yang mempesona.
Keunikan lainnya dapat dilihat ketika lampu dimatikan. Dari sayap akan bermunculan cahaya putih yang terang, demikian pula pada bagian belakang sayap. Tentu efek cahaya ini akan memberikan kesan megah di kostum nasional kali ini. Tak lupa pula Kezia menggenggam sebuah tongkat dengan bendera merah putih di atasnya, tanda nasionalisme yang membara. Kemegahan kepakan sayap burung garuda ditambah dengan keindahan ornamen pakaian yang dikenakan oleh Kezia Warouw.
Dynand menjelaskan keagungan dan kejayaan burung garuda mengartikan kedaulatan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dengan segala keanekaragaman di dalamnya. 'Garuda' versi Dynand tersebut membuat Kezia tampak gagah, sekaligus indah. Garuda berwarna emas itu memiliki sayap yang membentang dan menjulang ke atas serta menampilkan kesan sang garuda siap untuk terbang. Untuk menambah kesan gagah, Dynand memberikan mahkota dan celana berwarna senada. Ia pun menambahkan ornamen burung garuda di bagian belakang sayap serta di bagian bawah perut.
Bila biasanya Dynand hanya membuat kostum dengan kombinasi berbagai bahan tekstil, kali ini ia menggunakan sentuhan teknologi. Desainer itu menempatkan sejumlah lampu LED dan kristal di bagian sayap kostum Penambahan tersebut memungkinkan Kezia dan sang garuda dapat bercahaya di tengah kegelapan.
"Saya ingin burung garuda ini terbang, bercahaya, dan dapat memberikan aura serta energi yang berkilau," kata Dynand.
Untuk menguatkan nuansa Indonesia, Dynand melengkapi kostum tersebut dengan tongkat berwarna senada untuk membawa bendera Merah-Putih. Ide tentang sang garuda diakui Dynand sudah ada sejak JFC Agustus 2016 lalu. Bersama dengan 15 anggota tim lainnya.
Dynand menyelesaikan kostum tersebut dalam waktu dua bulan. Kostum ini sendiri terbuat dari material sederhana seperti matras dan lempengan tembaga. Bila kostum Dewi Sinta sebelumnya hanya sepuluh kilogram, kali ini Dynand kembali membebankan kostum 20 kilogram untuk Puteri Indonesia di Miss Universe.
Sejarah Fashion di Indonesia
Sejarah sebelumnya, Puteri Indonesia 2013, Whulandari Herman, berhasil meraih Best National Costume "Reog Ponorogo" pada tahun 2015. Kemudian, Puteri Indonesia 2014, Elvira Devinamira meraih Best National Costume "The Cronicles of Borobudur" dan diharapkan pada tahun ini, Indonesia dengan kostum “Unity Nation” dapat meraih kesuksesan yang serupa.
“Saya berharap, Keiza mampu membawa bendera bangsa di Miss Universe” ujar Dyand Fariz.
Ternyata Ivan Gunawan juga pernah mendukung Kezia dengan baju rancangannya pada tahun 2007. Akhirnya pada tahun 2017, Ivan merasa bahagia dapat kembali mendukung Kezia di ajang Miss Universe 2016. Ivan Gunawan juga mengharapkan bahwa target kemenangan dapat diraih Kezia nantinya pada Grand Final Miss Universe 2016 tanggal 30 Januari 2017, sehingga dapat mengharumkan nama bangsa. “Dia (Kezia) yang lomba, gua yang deg-degan, hahaha. Targetnya menang, karena taruhannya negara,” tutur Ivan Gunawan.
Prestasi Kezia Warouw
Langkah awal Kezia Warouw dimulai lewat gelar Noni Sulawesi Utara dan Puteri Indonesia Sulawesi Utara 2016 yang berhasil ia rengkuh. Lulusan Teknik Informatika Sarjana Komputer di Universitas Esa Unggul Jakarta ini, kemudian dinobatkan sebagai pemenang Puteri Indonesia 2016 pada Februari tahun lalu.
Prestasi Kezia Warouw antara lain, Duta Sulawesi Utara di Polandia 2006, Putri Manado Expo 2014, Favorite World Education Expo Indonesia Ambassador 2014, Fotogenik Pemilihan Toar-Lumimuut Manado, Juara 3 Gading Model Search 2015, Top 10 Miss Celebrity Manado 2015 dan Wakil II Noni Sulawesi Utara 2015.
Perwakilan Indonesia di ajang 65th Miss Universe, Puteri Indonesia 2016, Kezia Warouw menjadi salah satu dari 29 kontestan yang terpilih untuk mengikuti acara fashion show di Davao City, Filipina, Kamis (19/01). Dalam kesempatan itu, Kezia berhasil meraih salah satu dari 3 penghargaan yang diberikan oleh sponsor Phoenix yaitu penghargaan special Miss Phoenix Smile dari Mindanao Tapestry Fashion Show. Dua penghargaan spesial lainnya diraih oleh Miss Filipina dan Miss Venezuela. Keduanya secara berurutan mendapat penghargaan Hiyas ng Phoenix dan Miss Phoenix Elegant.
Kezia dengan tinggi 183 cm ini akan mengenakan banyak gaun demi membawa pulang mahkota dari ajang kecantikan paling bergengsi di dunia. Beberapa gaun indah ini dipertunjukkan dalam Press Conference Puteri Indonesia tahun lalu (9/1/2016) di W'dang Cafe, Graha Mustika Ratu. Beberapa perancang yang sudah tak asing di telinga fashion Indonesia, yang ikut mendukung penampilan Kezia Warouw di perhelatan akbar 65th Miss Universe, antara lain, Ivan Gunawan, Anne Avantie, Aditya Dwicahya, Ansoe, Yosep Sinudarsono, Arturro, Poise 24, Reves dan Batik Sephora.
Berikut nama-nama desiner yang mendukung Kezia Warouw diajang 65th Miss Universe:
Desiner Ivan Gunawan mempersembahkan busana Rambu Solo sekilas seperti batik namun itu adalah bahan tenun Tana Toraja. Karya ini akan digunakan Kezia selama berkegiatan pada masa karantina Miss Universe 2017 di Filipina.
"Ini merupakan warna yang paling tepat, karena Kezia lebih tanned kulitnya sekarang. Warna seperti terracotta dan gold membuat warna kulitnya lebih keluar, lebih standout," kata Ivan Gunawan berbadan subur ini. Selain tenun, Ivan juga mempersiapkan busana bertema Batik Kudus, busana siluet transparan dan busana renang yang masih ia rahasiakan warna dan bentuknya.
Tidak hanya itu, Ivan Gunawan akan mempresentasikan penggabungan dua dimensi penting, yaitu emas sebagai lambang kemewahan, ditambah Songket Palembang yang bersejarah. Gaun ini menggambarkan kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang besar dengan detail emas yang megah. Karya ini juga ingin membawa Songket Palembang yang indah ke arah yang lebih modern.
"Kami mempersiapkan sekitar 6 busana untuk Kezia. Selain tenun Toraja, saya juga populerkan batik kudus dan mempersiapkan baju rahasia juga. Karena Filipina tropis memiliki pantai-pantai manja, jadi akan ada gaun siluet manja, dan memperisiapkan swimsuit untuk di sana," tutup desianer yang dinobatkan sebagai salah satu brand ambrassador Zoya Design.
“Nanti ada kostum, 'Kejora', melambangkan sebuah bintang. Akan ada ribuan bintang di bajunya. It’s so shiny. Saya mengerjakan tiga bulan. Warnanya apa, bentuknya seperti apa masih saya rahasiakan,” kata Ivan. Busana yang didominasi kristal itu memiliki bobot 10 kilogram yang akan dipakai di malam final nanti. dan merupakan seri dari fashion show yang pernah Ivan gelar. Kejora terinspirasi hanya gara-gara lagu
"Kezia itu orangnya lugu, simpel, tapi selama tiga bulan saya bersama Kezia, saya nggak mau dia seperti itu. Saya mau ada drama dalam hidupnya, karena banyak sekali keunggulan di tubuh Kezia," lanjut Ivan.
"Jadi kalau kalian mau cek Pasar Baru, Tanah Abang, Mayestik cari kristal udah pada nggak ada. Diborong semua sama Igun," guraunya sambil tertawa.
"Saya merancang sesuatu yang selalu kena di hati. Jadi saya harap apa yang saya persembahkan untuk Kezia bisa membuat rasa percaya diri yang luar biasa," ujar pria kelahiran 31 Desember 1981.
"Saya merancang sesuatu yang selalu kena di hati. Jadi saya harap apa yang saya persembahkan untuk Kezia bisa membuat rasa percaya diri yang luar biasa," ujar pria kelahiran 31 Desember 1981.
![]() |
| Gaun Biru Karya Ivan Gunawan |
![]() |
Desainer Ivan Gunawan pun gak tanggung-tanggung membekali Kezia dengan sebuah gaun malam yang memadu padan kain tenun Toraja cokelat dengan tule hitam sehingga menimbulkan nuansa anggun dan bersahaja.
Ivan juga menambah brokat pada bagian lengan dan aksesori ikat pinggang guna menonjolkan lekuk pinggang Kezia. Sang desainer mengatakan pemilihan warna tersebut menyesuaikan Kezia yang tampak lebih gelap.
Selain itu, Ivan juga memberikan Kezia sebuah gaun panjang biru dengan sentuhan tule dan payet. Ivan ingin Kezia menggambarkan kasih sayang dan ketenangan, gambaran umum wanita Indonesia.
Sebagai pembeda, Ivan menggunakan potongan lebih terbuka di bagian belakang. Menurut Ivan, ia ingin tampilan lebih drama untuk mengimbangi karakter Kezia yang lugu. Sekilas, gaun ini mengingatkan akan karakter Elsa di Frozen.
Batik Sephora dengan batik tulisnya. Gaun panjang yang terdiri atas rok high-slit dan rok lipit ini dibuat dengan teknik batik tulis, sementara motifnya mengambil dari batik Yogyakarta. Tampilan gaun pun semakin mewah berkat ornamen embroidery pada bagian atas gaunnya.
![]() |
| Batik Sephora Foto; Liputan6.com |
Terinspirasi dari tanaman bambu, beach wear yang didesain oleh Arturro ini menampilkan kekayaan alam nusantara. Bambu juga dikenal sebagai tanaman yang bernilai ekologis tinggi, sehingga mendorong masyarakat untuk menjaga alamnya. Pesona yang tangguh, anggun, mandiri, dan berguna bagi masyarakat, ditampilkan secara jelas dalam gaun ini. Untuk gaun pantai, Kezia akan membawa koleksi Arturo yang menggambarkan keindahan alam yang terinspirasi hutan bambu di Bali utara. Bambu dinilai sebagai tumbuhan yang membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Gaun panjang tanpa lengan kombinasi hijau dan biru tersebut menonjolkan nuansa pantai dengan kumpulan garis dari hutan bambu.
![]() |
| Gaun pantai karya Arturo/Anaz Khairunnas untuk ajang Miss Universe 2016.(Liputan6.com/Herman Zakharia) |
Kesan mewah langsung terpancar, ketika Kezia menggunakan gaun rancangan Anaz Khairunnas, Gaunnya bernuansa emas sebagai gambaran kejayaan kerajaan Sriwijaya yang sangat berkuasa kala itu. Kemudian bagian roknya memakai songket Palembang yang tampak mewah. "Ingin membuat songket lebih modern menjadi gaun malam yang berstandard karpet merah," kata Anaz pria kelahiran 14 Januari 1989 ini.
Anaz Khairunnaz juga ikut menambah bekal pakaian Kezia. Anaz membawakan sebuah gaun paduan songket Palembang biru laut dengan detail emas. Anaz ingin Kezia membawa kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang digambarkan melalui detail emas. Meski menggunakan songket, Anaz tak ingin Kezia terlihat terlal tradisional. Sesuai dengan DNA yang Anaz miliki, Kezia tampak modern tanpa melepas keunikan tradisi Indonesia.
Perpaduan antara songket Palembang dan hiasan emas membuat gaun ini sangat mewah (Liputan6.com)
Anne Avantie. ini adalah tahun ke 15 bagi Anne Avantie menemani perjalanan Puteri Indonesia menuju Miss Universe. Kualitas dan keindahan karya desainer kenamaan ini tentunya tidak diragukan lagi akan membawa Kezia menjadi putri sejagad. Dengan gaun kali ini, diharapkan seorang putri terpilih ke jenjang internasional dengan elegan. Kebaya hitam memeluk tubuh ini menjadi salah satu karya Anne Avantie untuk Kezia Warouw. Kebaya dibuat modern dalam warna hitam berhias bordir. Lalu pada bagian roknya dibuat seksi dengan belahan tinggi atau high-slit yang memamerkan kaki jenjang. Anne Avantie berharap para Puteri Indonesia dapat bersuara dengan lantang di dunia tanpa meninggalkan akar budaya Indonesia.
![]() |
Dynand Fariz seperti yang kita tahu adalah pendiri Jember Fashion Carnaval (JFC), kali ini akan menyuguhkan kostum busana karyanya untuk Kezia Warouw yang merupakan salah satu kontestan dari 85 negara yang mengikuti internasional Miss Universe. Kostum yang dipakai Dynand adalah Garuda dengan tema 'Unity Nation'. Kostum ini adalah bagian dari koleksi yang pernah dia tampilkan di JFC 2016. "Waktu itu, koleksi burung garuda ini berada dalam tema besar Revival." Karya ini akan ditampilkan kembali pada perhelatannya di malam puncak 30 Januari 2017 mendatang.
"Burung garuda menggambarkan keagungan dan kejayaan dengan warna keemasan. Burung garuda juga mewakili kedaulatan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dengan berbagai perbedaan suku, agama, budaya, geografis, golongan dan lainnya," lanjut Dynand Fariz yang pernah mendesain Putri Indonesia 2014.
Kostum burung garuda yang megah ini akan menampilkan sayap besar yang dapat menyala di belakangnya. Bahkan, Kezia juga akan membawa bendera merah putih untuk menyempurnakan penampilannya.
National Costume merupakan salah satu kategori yang sangat diperhatikan oleh para pemirsa Miss Universe di seluruh dunia. Bahkan pada beberapa kompetisi, Indonesia sudah menjadi langganan juara pada kategori National Costume, sehingga perlu inovasi luar biasa untuk mempertahankan prestasi. Untuk itu, Yayasan Puteri Indonesia tidak salah menunjuk Dyand Fariz, pria dibalik kesuksesan Jember Fashion Festival untuk menciptakan kostum nasional yang akan diperagakan di 65th Miss Universe.
![]() |
| Costum Nation Karya Dynand Fariz foto. walipop.detik.com |
Kostum nasional yang diciptakan oleh Dyanf Fariz sendiri menjadikan burung garuda sebagai inspirasinya. Dengan sayap garuda yang lebar dan berwarna emas, Kezia Warouw tampak gagah mengenakan kostum ini. Tak lupa pula headpiece yang digunakan berbentuk kepala garuda yang menatap berani, disertai dengan jambul panjang yang mempesona.
![]() |
| Foto karya Ronny Ario Joewono dari akun Instagram OfficialPuteriIndonesia. |
![]() |
| Kezia Warouw mengenakan kostum Garuda (Instagram : Ronny Ario Joewono) |
Bila biasanya Dynand hanya membuat kostum dengan kombinasi berbagai bahan tekstil, kali ini ia menggunakan sentuhan teknologi. Desainer itu menempatkan sejumlah lampu LED dan kristal di bagian sayap kostum Penambahan tersebut memungkinkan Kezia dan sang garuda dapat bercahaya di tengah kegelapan.
"Saya ingin burung garuda ini terbang, bercahaya, dan dapat memberikan aura serta energi yang berkilau," kata Dynand.
Untuk menguatkan nuansa Indonesia, Dynand melengkapi kostum tersebut dengan tongkat berwarna senada untuk membawa bendera Merah-Putih. Ide tentang sang garuda diakui Dynand sudah ada sejak JFC Agustus 2016 lalu. Bersama dengan 15 anggota tim lainnya.
Dynand menyelesaikan kostum tersebut dalam waktu dua bulan. Kostum ini sendiri terbuat dari material sederhana seperti matras dan lempengan tembaga. Bila kostum Dewi Sinta sebelumnya hanya sepuluh kilogram, kali ini Dynand kembali membebankan kostum 20 kilogram untuk Puteri Indonesia di Miss Universe.
Sejarah Fashion di Indonesia
Sejarah sebelumnya, Puteri Indonesia 2013, Whulandari Herman, berhasil meraih Best National Costume "Reog Ponorogo" pada tahun 2015. Kemudian, Puteri Indonesia 2014, Elvira Devinamira meraih Best National Costume "The Cronicles of Borobudur" dan diharapkan pada tahun ini, Indonesia dengan kostum “Unity Nation” dapat meraih kesuksesan yang serupa.
“Saya berharap, Keiza mampu membawa bendera bangsa di Miss Universe” ujar Dyand Fariz.
Ternyata Ivan Gunawan juga pernah mendukung Kezia dengan baju rancangannya pada tahun 2007. Akhirnya pada tahun 2017, Ivan merasa bahagia dapat kembali mendukung Kezia di ajang Miss Universe 2016. Ivan Gunawan juga mengharapkan bahwa target kemenangan dapat diraih Kezia nantinya pada Grand Final Miss Universe 2016 tanggal 30 Januari 2017, sehingga dapat mengharumkan nama bangsa. “Dia (Kezia) yang lomba, gua yang deg-degan, hahaha. Targetnya menang, karena taruhannya negara,” tutur Ivan Gunawan.
Prestasi Kezia Warouw
Langkah awal Kezia Warouw dimulai lewat gelar Noni Sulawesi Utara dan Puteri Indonesia Sulawesi Utara 2016 yang berhasil ia rengkuh. Lulusan Teknik Informatika Sarjana Komputer di Universitas Esa Unggul Jakarta ini, kemudian dinobatkan sebagai pemenang Puteri Indonesia 2016 pada Februari tahun lalu.
Prestasi Kezia Warouw antara lain, Duta Sulawesi Utara di Polandia 2006, Putri Manado Expo 2014, Favorite World Education Expo Indonesia Ambassador 2014, Fotogenik Pemilihan Toar-Lumimuut Manado, Juara 3 Gading Model Search 2015, Top 10 Miss Celebrity Manado 2015 dan Wakil II Noni Sulawesi Utara 2015.
Perwakilan Indonesia di ajang 65th Miss Universe, Puteri Indonesia 2016, Kezia Warouw menjadi salah satu dari 29 kontestan yang terpilih untuk mengikuti acara fashion show di Davao City, Filipina, Kamis (19/01). Dalam kesempatan itu, Kezia berhasil meraih salah satu dari 3 penghargaan yang diberikan oleh sponsor Phoenix yaitu penghargaan special Miss Phoenix Smile dari Mindanao Tapestry Fashion Show. Dua penghargaan spesial lainnya diraih oleh Miss Filipina dan Miss Venezuela. Keduanya secara berurutan mendapat penghargaan Hiyas ng Phoenix dan Miss Phoenix Elegant.
Dalam kesempatan itu, Kezia berhasil meraih salah satu dari 3 penghargaan yang diberikan oleh sponsor Phoenix yaitu penghargaan special Miss Phoenix Smile dari Mindanao Tapestry Fashion Show. Dua penghargaan spesial lainnya diraih oleh Miss Filipina dan Miss Venezuela. Keduanya secara berurutan mendapat penghargaan Hiyas ng Phoenix dan Miss Phoenix Elegant.









