sponsored

Postingan Terbaru

SEBENTAR LAGI ACARA TAHUNAN INDONESIA FASHION WEEK 2017 DI GELAR

SiberNews - Jakarta, Gelaran tahunan Indonesia Fashion Week 2017 (IFW), akan segera tiba. Dalam hitungan hari ajang fesyen paling bergengsi ini akan mengangkat dan memperkenalkan warisan budaya bangsa Indonesia melalui fesyen. Hasil olahan tenun, craft, dll., dari berbagai daerah lokal yang akan menyemarakan gelaran IFW 2017.

Presiden IFW 2017, Poppy Dharsono mengungkapkan, ajang ini bertujuan untuk memahami kekuatan yang dimiliki oleh penggiat mode Indonesia untuk mendukung pemerintah dalam mempromosikan 10 destinasi wisata unggulan, salah satunya Nusa Tenggara Timur (NTT).

Juga akan ditampilkan pula tenun lokal yang diambil dari 22 kabupaten di NTT untuk menjadi sebuah rancangan yang bisa diterima pasar lokal maupun internasional.

"Apalagi kita tahu pemerintah sudah menetapkan destinasi wisata unggulan Indonesia, antara lain Wakatobi, Morotai, dan Tanjung Lesung. Daerah tersebut menjadi inspirasi perayaan budaya pada IFW 2017. Tidak hanya dari kainnya, tapi juga perhiasannya," imbuh Poppy.

Selain tenun NTT, IFW 2017 juga akan diwarnai dengan bordir dan sulaman hasil pengrajin dari Kudus, Jawa Tengah. Kemudian, pengrajin dari Banyuwangi dan Gianyar juga turut memeriahkan ajang fashion terbesar se-Indonesia ini.

"Fesyen tak lagi hanya sekedar tampil apik dikemasan luarnya saja, namun juga memiliki kearifan dan kepedulian terhadap sosial, budaya, dan lingkungan," kata Poppy saat acara IFW Pre-event Gathering di Jakarta, Selasa (17/1).

Poppy menambahkan, melalui 
Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), IFW 2017 diharapkan dapat menjadi jembatan bagi pengrajin, fesyen craft, dan desainer untuk melindungi budaya dan sejarah Indonesia.

Khususnya bidang desiner, Poppy berharap industri fesyen desainer dan pihak terkait harus menggencarkan kegiatan pemasaran dan menciptakan produk berkualitas baik. Hal ini karena industri mode di Indonesia masih memiliki ruang untuk terus tumbuh.

Geliat industri fesyen dalam negeri bisa tercermin dari kelas menengah yang masih akan terus tumbuh. "Kelas menengah dan kelas atas terus naik, biasanya mereka dalam satu bulan membeli pakaian di luar negeri. Sekarang satu dari dalam dan satu dari luar negeri, ini sudah lebih baik," kata Poppy.

Menurut Poppy, industri fesyen ini cukup kuat karena ditopang oleh industri-industri kecil yang lebih giat untuk bangkit. "Harapan kami, IFW dapat memfasilitasi kesenjangan itu," tambah Poppy. Ajang fesyen tahunan yang digagas oleh APPMI ini menargetkan 150 ribu pengunjung untuk gelaran tahun ini.

Dari target yang diharapkan, APPMI berkomitmen untuk mendukung dan mempromosikan budaya Indonesia dengan cara mentransformasikan fashion lokal yang dikemas modern agar bisa diterima di kancah internasional.

"Negara kita memiliki banyak kebudayaan yang beragam dan indah. Kekayaan budaya kita harus terus dilestarikan. Satu dari beberapa cara yang bisa dilakukan adalah melalui fesyen," lanjutnya.


Berbeda dari tahun sebelumnya, IFW kali ini akan digelar selama lima hari berturut-turut yakni mulai tanggal 1 hingga 5 Februari 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) dengan mengusung tema Celebration of Culture.

“Penyelenggara sudah mulai menjalani proses kurasi sehingga seluruh produk yang ditampilkan selama ajang Indonesia Fashion Week 2017 dapat sesuai dengan nilai-nilai yang berkaitan dengan tema acara,” ungkap Poppy,

Pekan mode tahunan ini akan diramaikan oleh lebih dari 400 peserta pameran dan menampilkan 25 peragaan busana dari sekitar 200 perancang busana, kompetisi, seminar, talkshow dan workshop.

"Keseluruhan rangkaian acara akan dikemas sedemikian rupa hingga dapat mewakili kekayaan khasanah budaya Indonesia,” ungkap Poppy Dharsono, Kamis (10/11).

Tidak hanya peragaan busana saja, Pengunjung pun akan dimanjakan oleh berbagai kuliner khas nusantara sebagai pelengkap dari tema yang diusung. 

Gelaran tersebut akan menempati area Jakarta Convention Center (JCC) seluas lebih dari 24.000 meter persegi, dan akan menampilkan 20 peragaan busana, 10 seminar, kompetisi dan lokakarya, 10 talk shows serta memamerkan ratusan merek lokal. Acara ini tentu saja akan dilengkapi tampilan panggung yang menggambarkan ciri khas kultur nusantara.

“Tata panggung dan keseluruhan ruang, arena pameran dan kompetisi akan diarahkan ke seluruh aspek yang menguatkan identitas Indonesia,” ujar Poppy.


                                                                                                                                                      Foto: https://indonesiafashionweek.id

Selain APPMI, dari pemerintah pun ikut mendukung berlangsungnya IFW 2017, seperti yang dikatakan Tazbir Abdullah, Asdep Pengembangan Pasar Bisnis Dalam Negeri Kemenpar.

"Kami siap mendukung sepenuhnya IFW 2017 dengan mempromosikan event ini. Akan lebih baik jika event ini sudah dipromosikan enam atau tujuh bulan lalu, sehingga turis yang datang akan menghabiskan satu atau dua hari untuk menyaksikan acara ini," ungkap Tazbir. 

Alternatif lain yang diharapkan adalah dengan cara meletakkan promosi event di tempat strategis seperti, bandara dan hotel, Selain dari Kementrian Pariwisata, IFW 2017 juga mendapat dukungan dari Kementrian Perindustrian.

Dengan mengusung khasanah warisan budaya Indonesia, The Indonesia Fashion Week 2017 diharapkan dapat menjadi salah satu peluang untuk mempromosikan kekayaan budaya dan wisata alam Indonesia kepada dunia.

Tidak hanya itu, kegiatan ini akan menyatukan semua elemen penting dalam dunia fesyen dari mulai desainer, pemerintah, dan para pelaku industri serta dunia akademisi. Ajang ini bukan hanya acara fesyen, tetapi secara keseluruhan menjadi titik awal dari perkembangan industri fesyen.