AWAL TAHUN FILM "CEK TOKO SEBELAH" MERAIH 2JT PENONTON
SiberNews , Jakarta - Ernest Prakarsa seperti yang kita kenal adalah seorang komedian yang mulai diperhitungkan di kancah film. Sebagai pemain di Comic 8 dan Rudy Habibie dan Ngenes adalah karya perdananya sebagai penulis sekaligus sutradara, yang ternyata mendapat 8 penghargaan dari berbagai ajang, seperti Piala Maya 2016, Piala IBOMA dan Festival Film Bandung (FFI).
Pria 34 tahun ini, lagi-lagi mendapat perhatian penting di dunia sineas dengan garapan filmnya akhir tahunnya, Cek Toko Sebelah di bawah produksi Starvision yang telah dirilis sejak 28 Desember 2016. Di awal tahun ini, Cek Toko Sebelah mendapat ekpektasi yang sangat luar biasa bila dibandingkan dengan produksi film perdanya.
Film Cek Toko Sebelah kali ini, Ernest menggaet aktor dan aktris yang lama maupun baru seperti Dion Wiyoko, Adinia Wirasti, Tora Sudiro,Gisella Anastasia, Dudit Mulyanto, - Ernest Prakasa, Chew Kinwah, Asri Welas, Yeyen Lidya, Dodit Mulyanto, Kaesang Pangarep
dan di sutradari sekaligus penulis Ernest Prakasa.
Cek Toko Sebelah masih seperti halnya film Ngenes, berlatar etnis Tionghoa bergenre drama komedi yang bercerita tentang lika-liku keluarga Koh Afuk (Chew Kinwah) dan toko kelontong miliknya. Koh Afuk mempunyai dua anak. Anak Sulung bernama Yohan ( Dion Wiyoko) dan adiknya Erwin (Ernest Prakasa). Kedua anak Koh Afuk mempunyai profesi yang berbeda dan tentunya karakter yang berbeda pula, kesamaannya keduanya sudah mempunyai pasangan masing-masing.
Sang kaka seorang photographer serabutan (freelance) yang bertolak belakang dengan Erwin, yang kuliah di luar negeri hingga lulus mendapatkan pekerjaan yang mapan.
Disaat dalam kondisi mapan, Koh Afuk mulai menurun kondisi badannya, tentunya dengan usia yang sudah tidak mungkin lagi mengurus toko klontongnya. Koh Afuk berharap toko kelontongnya bisa diteruskan oleh anak-anaknya. Koh Afuk meminta Erwin untuk meneruskan toko klontongnya. Hal ini menjadi alasan kuat Koh Afuk memilih Erwin, karena orangnya penurut dan perhatian, beda dengan Yohan kakaknya Erwin yang temperamen dan pernah terjerumus dalam dunia narkoba.
Yohan sebagai karakter yang selalu bermasalah, merasa tak terima atas perlakuan ayahnya yang sangat penyayang kepada adiknya, konflik pun terjadi disaat toko kondisi ayahnya sakit dan persaingan toko klontongnya dengan toko sebelah (Tora Sudiro) mulai memanas.
Pria 34 tahun ini, lagi-lagi mendapat perhatian penting di dunia sineas dengan garapan filmnya akhir tahunnya, Cek Toko Sebelah di bawah produksi Starvision yang telah dirilis sejak 28 Desember 2016. Di awal tahun ini, Cek Toko Sebelah mendapat ekpektasi yang sangat luar biasa bila dibandingkan dengan produksi film perdanya.
Film Cek Toko Sebelah kali ini, Ernest menggaet aktor dan aktris yang lama maupun baru seperti Dion Wiyoko, Adinia Wirasti, Tora Sudiro,Gisella Anastasia, Dudit Mulyanto, - Ernest Prakasa, Chew Kinwah, Asri Welas, Yeyen Lidya, Dodit Mulyanto, Kaesang Pangarep
dan di sutradari sekaligus penulis Ernest Prakasa.
Cek Toko Sebelah masih seperti halnya film Ngenes, berlatar etnis Tionghoa bergenre drama komedi yang bercerita tentang lika-liku keluarga Koh Afuk (Chew Kinwah) dan toko kelontong miliknya. Koh Afuk mempunyai dua anak. Anak Sulung bernama Yohan ( Dion Wiyoko) dan adiknya Erwin (Ernest Prakasa). Kedua anak Koh Afuk mempunyai profesi yang berbeda dan tentunya karakter yang berbeda pula, kesamaannya keduanya sudah mempunyai pasangan masing-masing.
Sang kaka seorang photographer serabutan (freelance) yang bertolak belakang dengan Erwin, yang kuliah di luar negeri hingga lulus mendapatkan pekerjaan yang mapan.
Disaat dalam kondisi mapan, Koh Afuk mulai menurun kondisi badannya, tentunya dengan usia yang sudah tidak mungkin lagi mengurus toko klontongnya. Koh Afuk berharap toko kelontongnya bisa diteruskan oleh anak-anaknya. Koh Afuk meminta Erwin untuk meneruskan toko klontongnya. Hal ini menjadi alasan kuat Koh Afuk memilih Erwin, karena orangnya penurut dan perhatian, beda dengan Yohan kakaknya Erwin yang temperamen dan pernah terjerumus dalam dunia narkoba.
Yohan sebagai karakter yang selalu bermasalah, merasa tak terima atas perlakuan ayahnya yang sangat penyayang kepada adiknya, konflik pun terjadi disaat toko kondisi ayahnya sakit dan persaingan toko klontongnya dengan toko sebelah (Tora Sudiro) mulai memanas.
