sponsored

Postingan Terbaru

FLY OVER "PELANGI" ANTAPANI-BANDUNG PALING UNIK SE-INDONESIA RESMI BEROPERASI HARI INI

SiberNews-Bandung, — Hari ini, Selasa (24/1/2017), Wakil Presiden Jusuf Kalla yang didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dr. Ir. M. Basoeki Hadimoeljono, M. Sc, menghadiri peresmian jembatan layang Antapani. Arus lalu lintas di pelintasan Antapani menuju Jalan Jakarta otomatis ditutup.

Sebelumnya, jembatan layang (flyover) Antapani sepanjang 340 meter itu, sudah resmi dibuka pada saat malam Tahun Baru 2017, Sabtu (31/12/2016). Sebelum diresmikan secara permanen pada hari Sabtu, Jembatan tersebut, sudah melakukan "testing" terhadap kekokohonnya. "Karena sedang dites pola lalu lintasnya, diharapkan Sabtu tahun baruan, selamat tahun baru di Antapani," ujarnya.

"Mohon maaf kepada warga di sekitar karena jadwal peresmian mengikuti jadwal wakil Presiden," ucap Ridwan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Senin (23/1/2017).

Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR (jembatan layang Antapani yg dibangun 10 juni 2016 siap beroperasi hari ini (24/1/2017).
Pembangunan jalan layang "Pelangi" dimulai pada 10 Juni 2016 yang ditandai groundbreaking (peletakan batu pertama) oleh Menteri PUPR r. Ir. M. Basoeki Hadimoeljono, M. Sc,. Setelah 6 bulan pengerjaan, overpass tersebut rampung dan telah melalui tes ujicoba lalu lintas pada 28 Desember 2016 dan serangkaian tes lainnya.
"Inovasi melahirkan kerja lebih cepat harga lebih murah yang biasa proyek seperti ini 12 bulan bisa diselesaikan dengan 6 bulan. Yang biasa proyek ini nilainya Rp 100 miliar sekarang cukup di Rp 33 miliar. Kalau pakai logika anggaran, akan luar biasa apalagi program percepatan infrastruktur sangat bermanfaat buat rakyat," tutur Ridawan Kamil yang sering di sapa Emil itu.
Presiden Joko Widodo, kata Emil, pernah berpesan kepada para Wali Kota bahwa dalam membangun infrastruktur jangan terlalu memikirkan anggaran.
"Membangun infrastruktur itu jangan terlalu berpikir cost tapi berpikir benefit, mungkin cost-nya ada seberapa tapi benefitnya nilai yang tidak terukur, dengan kemacetan saja nilai kerugian tidak terukur bisa triliunan rupiah," ungkapnya.

Hari ini, Selasa (24/1/2017) penutupan jalan sudah dilakukan mulai pagi tadi hingga tengah hari nanti. Pukul 06.00 WIB persiapan peresmian sudah dilakukan. Jembatan Layang 'Pelangi' Antapani dijadwalkan ditutup hingga pukul 12.00 WIB. Namun sejak pukul 21:00 WIB tadi, akses Flyover Antapani ditutup untuk loading dan pengerjaan sarana peresmian.

Kepadatan kendaraan terjadi di sekitar jembatan akibat adanya penutupan ini. Peresmian saat ini, akses Jalan Bogor di depan kantor Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kanwil Jawa Barat hanya berlaku bagi kendaraan tamu undangan. Sedangkan untuk pengalihan arus, akses Jalan Ahmad Yani menuju Cicadas akan diberlakukan dengan dua arah menghindari belokan ke kawasan area flyover. Untuk kedatangan RI 2, Jalan Jakarta bisa dilalui untuk kendaraan dari arah Jalan Supratman maupun Jalan Ahmad Yani. Kawasan lainnya yang turut jadi sasaran rekayasa sementara lalu lintas, diantaranya Jalan Ibrahim Adji Kiaracondong depan BTM, yang diberlakukan dua arah. Penutupan total akan di laksanakan pada saat acara prosesi peresmian.

Dalam edaran media massa lokal, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meminta maaf kepada masyarakat lantaran arus lalu lintas akan mengalami kemacetan. Ridwan menuturkan, peresmian dilakukan pada hari kerja lantaran menyesuaikan dengan jadwal Wakil Presiden. "Kan ada yang ngusulin kenapa enggak hari Minggu saja? Saya enggak bisa ngatur-ngatur jadwal Pak Wapres. Pak Wapres punya jadwal dinasnya pada hari Selasa itu juga alhamdulillah bisa hadir," ujarnya. Sebelumnya, senin pagi (23/1/2017), petugas kepolisian sempat melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Jalan Antapani. Dan melakukan Gladi resik pada siangnya.

"Jadi, mohon maaf dulu, selama dua hari ini karena ada geladi bersih dan besok rencananya Pak Wapres hadir," tambah Emil, sapaan akrabnya. (23/1/2017).
DOK. KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
Jembatan layang (overpass) Antapani merupakan proyek percontohan hasil inovasi dari (Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan) Pusjatan Balitbang (Balai Penelitian dan Pengembangan) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Korea. Dari anggaran Rp 35 miliar yang dibutuhkan untuk pembangunan Overpass Antapani, dengan komposisi pembiayaan terdiri Rp 22 miliar berasal dari Pusjatan Kementerian PUPR, Rp 10 miliar dari Pemerintah Kota Bandung, dan Rp 3 miliar dari Pemerintah Korea dalam bentuk komponen material. Jembatan layang ini terletak di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Kiaracondong dan Batununggal, Bandung, Jawa Barat. Atau persimpangan Jalan Antapani dan Jalan Terusan Jakarta, terlebih pada jam sibuk pagi dan sore hari serta akhir pekan.
Tidak sekedar pembangunan jalan layang saja, namun jembatan layang ini di desain unik dan cantik dengan ornamen potongan keramik warna-warni yang membentuk gambar abstrak. Terowongan yang berwarna. Sedangkan bagian atas diberi tiang melengkung berwarna biru, sebagai warna idola Kota Bandung. Seluruh tembok jembatan layang penuh dengan mural karya seniman asal Bandung, John Martono.

"Karena unik, jadi desainnya tidak seragam dengan yang lain, spesial hanya untuk Antapani. Muralnya oleh John Martono, pelukis abstrak Bandung," ungkapnya.

"Jadi terima kasih atas kesabarannya, saya paham ada kendala berlalu lintas pada saat prosesnya. Tapi hasilnya insya Allah salah satu flyover paling unik se-Indonesia. Karena belum ada flyover yang didekor oleh seniman secanggih itu, karena flyover itu sangat constructional," pungkas Emil.
Pembangunan jalan layang Antapani menjadi salah satu strategi Pemerintah Kota Bandung untuk mengurai kemacetan di wilayah Bandung Timur. Dia berharap upaya tersebut bisa mengurangi tingkat stres warga Kota Bandung.

"Harapannya proyek seperti ini bisa memperlancar ekonomi mengurangi stres apalagi kami kota metropolitan banyak studi tingkat stres di jalan sangat tinggi. Dengan kelancaran (akses jalan) dan ruang publik, bertujuan menurunkan tingkat stres di perkotaan," kata Ridwan dalam peresmian fly over Antapani, di Jalan Jakarta, Kota Bandung, Jumat (10/6/2016).

"Diharapkan hasil uji coba Litbang ini menjadi model pembangunan jalan layang di daerah lain," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Danis H. Sumadilaga di Jakarta, Rabu 28 Desember 2016. berharap dapat mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi di persimpangan tersebut. Pembangunan jalan layang Antapani terhitung cepat, hanya memerlukan waktu 6 bulan mulai dari perencanaan teknis hingga pelaksanaan konstruksi dengan menerapkan sistem pengadaan Rancang-Bangun (design-built).