KISAH ROMANTIS DALAM FILM THE CHOCOLATE CHANCE
SiberNews - Jakarta, Minuman Cokelat Fallisto dan Darihati Films Bekerjasama memproduksi Film layar lebar berjudul “The Chocolate Chance“. The Chocolate Chance diangkat dari Novel karya Yona Dianika yang sudah diterbitkan di dua Negara Indonesia dan Malaysia.
Film The Chocolate Chance bergenre drama romantis yang mengangkat tema besar cokelat. Sebagai ilustrasi dalam sebuah membina hubungan harus merasakan pahit dan manisnya yang harus dijalani. Seperti yang dijalani oleh Orvala Theobroma (Pamela Bowie), harus menelan pil pahit ketika dipertemukan dengan Pacar lamanya di SMA yang selama ini tidak memberi kabar. Situasi yang terjebak saat ini, membuat Orvala, gundah gulana, karena saat ini Orvala sudah memiliki kekasih barunya yang sama-sama merintis sebuah usaha cokelat di cafe barunya itu. Cinta segitiga pun mengalir begitu saja. Kepada siapakah Orvala memberikan hatinya, pada Aruna atau Juno?
Film tersebut dianggap klise, namun Jay berpendapat lain, dia berjanji bahwa kemasan yang dibuatnya akan berbeda. Tentu saja film ini tidak hanya bercerita tentang cinta, tapi banyak pesan yang dapat diambil dari sebuah persahabatan, hubungan orang tua dan cita-cita.
The Chocolate Chance disutradarai oleh Jay Sukmo. Penulis skenario ditulis oleh Johansyah Jumberan, yang sebelumnya telah suskes menulis skenario "Ganteng-Ganteng Srigala. Ini duet kedua Jay sukmo dan Johansyah Jumberan setelah debut pertama mereka Film “Catatan Akhir Kuliah (CAK)" yang mendapatkan nominasi untuk penulisan skenario adaptasi terbaik di FFI 2015.
Awalnya kenapa tema cokelat yang jadi tema besar, berawal dari kesukaan sutradara “Jay sukmo“ yang setiap hari minum cokelat hangat. Joe (Johansyah Jumberan, produser & penulis skenario) Jay Sukmo (Jay, sutradara) akhirnya menemukan Novel karya Yoana Dianika. Meskipun alur lokasi penceritaan dan beberapa karakter ada yang berbeda dari novelnya, tapi tema besar novel The Chocolate Chance masih bisa dinikmati.
Joe & Jay berharap film kedua ini bisa dinikmati penikmati film Indonesia seperti meminum cokelat, ringan tapi bisa bikin ketagihan. The Chocolate Chance diramaikan dengan deretan bintang, seperti Pamela Bowie, Ricky Harun, Miqdad Addausy, Ferry Salim, Karina Suwandi, Dona harun, Sheila Dara Aisya, Ega Olivia, Aditsuryo, Rahmed Ababil, Maria Debora, Muhadkly Acho, Abddur Arsyad, Ronny P Tjandra, Hans de Kraket dan Faisal Jhodir.
Film ini akan menyuguhkan hal berbeda, karena sebuah tantangan tersendiri oleh sutradara Jay Sukmo harus merubah karakter Ricky Harun yang selalu berperan komedi di setiap film dan sinetron, menjadi cowok yang romantis. Dengan film ini kami ingin menunjukan kalau Ricky Harun itu bukan hanya aktor komedi, tapi juga aktor yang bisa diberikan karakter yang berbeda-beda. Tentunya ini salah satu keunggulan Jay Sukmo karena sudah berhasil merubah komik (Muhadkly Acho) menjadi galau di Film Catatan Akhir Kuliah.
Karena ini Film Romantis tentunya tidak akan lengkap tanpa diisi soundtrack yang bagus. 3 komposer akhirnya dipercaya untuk membuat original soundtrack. 3 komposer merupakan sebuah grup musik asal Indonesia yang dibentuk pada tahun 2012. Grup musik ini beranggotakan 3 orang hits maker yaitu Tengku Shafick, Bemby Noor dan Mario Kacang. Disebut sebagai hits maker, karena sebagai komposer, masing-masing dari mereka telah menciptakan lagu-lagu luar biasa yang sukses dibawakan oleh penyanyi-penyanyi hits Indonesia maupun luar negeri “Cinta tak pernah salah‘ judul lagu tema yang dibuat 3 Composer untuk menggambarkan kisah cinta Orvala, Juno dan Aruna. Karena cinta yang terjadi antara Ricky Harun, Pamela dan Miqdad tidak ada yang salah, hanya saja waktunya tidak tepat.
Selain 3 composer, ada Kevin & amp; The Red Rose (Kevin Aprilio) dan Meltic (Band Indie Solo) menjadi pengisi jajaran musik pengisi di Film The Chocolate Chance. Film ini sudah tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia sejak 2 Februari 2017.
