sponsored

Postingan Terbaru

APA YANG SALAH ?


Saya dibesarkan di masa Orde Baru. Pemilihan Umum diadakan berkala. Tapi lebih dari 30 tahun, nyaris tanpa ada persaingan. Pemenangnya selalu partai yang sama. Selalu ada arahan dari elit kepada massa nomor mana yang harus dicoblos. Juga ancaman bagi yang tidak patuh.

Hanya ada satu presiden selama lebih dari 30 tahun. Dia, dan hanya hanya dia, berhak menyaring dan mengangkat semua anggota MPR/DPR, yang kemudian "memilih" dan mengangkatnya jadi presiden.

Semua jabatan kenegaraan penting di bawah presiden hingga ke tingkat bawah ditentukan sesuai garis komando dari yang lebih atas secara berjenjang. Siapa pun yang menggugat atau mengejek keadaan itu di-Wiji-Thukul-kan, atau di-Munir-kan, atau di-PKI-kan.

Bagi generasi kami waktu itu, berpolitik dan memilih secara bebas seorang gubernur, apalagi presiden, ibarat mimpi orang kurang kerjaan atau orang gila.

* * *

Saya bersyukur. Sebelum masuk liang-kubur, menyaksikan kemerdekaan berpolitik nyaris merata. Dari yang paling kaya hingga yang paling nestapa. Di pusat mau pun di pelosok Nusantara. Bahkan seorang pedagang perabot bisa diangkat rakyat jelata jadi kepala negara. Seorang minoritas bisa jadi satu dari tiga calon gubernur ibukota.
Anehnya, samudra kemerdekaan itu tidak atau belum membuat warga bangsa semakin bahagia. 

Kemerdekaan berpolitik ini membuahkan perpecahan sengit dan “perang-saudara”. Bukan hanya di antara partai yang bersaing ketat. Atau sesama warganegara. Tapi juga umat seagama. Bahkan kerukunan banyak keluarga sekandung retak dan tercabik-cabik. Banyak persahabatan lama hancur berantakan hanya untuk satu Pilkada. Apa yang salah?

Penulis,
Ariel Heryanto, penulis adalah Profesor di The Australian National University dan sekarang tinggal di luar negeri.




(Editorland adalah ruang terbuka bagi siapa saja yang ingin memberikan karya tulisnya yang bersifat inspiratif, konstruktif, dan kontekstual. Karya tulis dikirim dalam bentuk kolom, essai, feature, dan artikel. Kirim melalui E: sibernews.net@gmail.com)